10/25/2009

Tips Mendeteksi Kebohongan lewat Bahasa Tubuh

Tiada orang satupun yang suka dibohongi apalagi oleh orang-orang yang kita cintai. Seringkali kebohongan yang diberikan berdampak negatif terhadap baik hubungan pertemanan , kekerabatan maupun hubungan asmara. Yang menjadi pertanyaan adalah : 1. Bagaimana caranya agar kita tidak mudah dibohongi oleh orang lain ? 2. Apakah yang akan kamu lakukan apabila kamu tahu kamu telah dibohongi ? Untuk menjawab pertanyaan diatas, pertama-tama kamu harus tahu bahwa ada 2 kategori orang yang berbohong yaitu :

1. Dia jarang berbohong dan merasa tidak enak karena dia telah berbohong

2. Dia sering sekali berbohong sehingga dia tidak tahu lagi mana yang bohong dan mana yang kenyataan / fakta.

Bila kamu bertemu dengan orang kategori pertama , mungkin tidaklah sulit untuk mengenali dirinya dan kamu bisa mencoba untuk memaklumi kebohongannya ( apabila informasi yang diberikannya tidak penting ). Apabila kamu bertemu dengan orang seperti ini , kamu bisa membatasi pergaulan kamu atau tidak terlalu berhubungan dengannya karena hal ini dapat berakibat buruk untuk kamu.


Bila seseorang berbohong , kondisi tubuhnya menunjukkan perubahan yang dapat kita amati dengan jelas. Sikap resah dan tidak nyaman akan ditunjukkan oleh orang yang berbohong bentuk perasaan bersalah. Perubahan yang sangat jelas dapat kamu amati melalui mata lawan bicara kamu apabila dia sedang berbohong. terutama dari daerah mata. Mendeteksi kebohongan seseorang melalui mata memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahasa tubuh lainnya seperti kondisi tangan , badan dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya , penulis akan membahas di kesempatan yang lainnya. Di postingan ini penulis ingin memfokuskan pada tanda-tanda tubuh lainnya yang dapat membantu kita untuk mengenali kebohongan lawan bicara kita.


Ada beberapa tips yang dapat kamu pakai untuk mendeteksi kebohongan diantaranya adalah sebagai berikut :

1.... Bagi orang yang jarang berbohong/ karena agama dan kepercayaannya menyatakan bahwa berbohong itu adalah suatu kesalahan , maka ia akan menyentuh bagian hidung / telinga sebagai tanda apa yang diucapkannya berbeda dengan apa yang dipercayainya.


2... Bagi orang yang sedang berbohong , maka dia akan mengalihkan pandangannya ketempat lain dengan tujuan menciptakan informasi baru yang dapat dipakai sebagai pernyataan


3... Telapak tangan akan jarang terlihat jelas dan cenderung disembunyikan baik dalam kantong celana ataupun cara lainnya. Bila seseorang sedang berbohong , ia akan menaruh telapak tangannya kebawah dan menutupinya tapi bila seseorang sedang berkata jujur , ia akan menampakkan telapak tangannya selama pembicaraan


4... Posisi bagian punggung seseorang yang sedang berbicara dapat menunjukkan apakah dia sedang berbohong atau tidak. apabila pada saat seseorang berbohong , secara tidak sadar ia akan merasa bersalah . Tentunya rasa bersalah ini termanifestasikan dalam kondisi tubuh yang agak membungkuk / tidak tegap.

5... Lawan bicara akan merasa resah apabila dia telah berbohong / memberikan informasi yang tidak benar dan keresahan ini dapat kamu lihat melalui sikap seperti menggigit kuku , berkeringat , mengetuk-ngetuk jari tangan ke meja atau tangan , posisi duduk yang selalu berubah , memainkan benda-benda disekitarnya , mengetuk-ngetuk sepatu ke lantai atau bersiul


6... Menghindari/ mengganti topik pembicaraan dapat menjadi pertanda bahwa lawan bicara kamu sedang merasa resah karena dia telah memberikan informasi yang tidak benar alias berbohong


7... Kecepatan berbicara yang berubah menjadi pelan dan terkadang berhenti dapat mengindikasikan bahwa lawan bicara kamu sedang berbohong. Hal ini disebabkan dia sedang berusaha menciptakan informasi-informasi baru yang logis demi menutupi kebohongannya.


Bagaimanakah kamu bersikap apabila kamu mengenali kebohongan yang diberikan oleh teman / kenalan kamu ? Tentunya kamu tidak perlu berkata " kamu bohong !" dan menghakimi lawan bicara kamu dengan tuduhan pembohong karena semua yang dibahas diatas hanyalah sebagai alat bantu untuk kamu dan bukan sebagai alat pembenaran diri. Yang dapat kamu lakukan adalah mengungkapkan fakta yang sebenarnya tanpa harus memojokkan orang lain ataupun mendiskreditkan orang lain. Dengan begitu , kamu menghindari terjadinya konflik antara kamu dengan teman / kenalan kamu


Selamat mencoba tips ini ya...

No comments: